SELAMAT DATANG

SEMOGA BERMANFAAT dan BERGUNA BAGI TEMAN-TEMAN SEJAWAT SEKALIAN

SALAM HANGAT dan MAJULAH KEPERAWATAN INDONESIA

MEMBANGUN DARI HATI UNTUK BANGSA

Kamis, 21 Juni 2012

Keperawatan Anak


OUTLINE FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN ANAK

A.        Identifikasi informasi
1.       Nama                                     :
2.       Alamat                                  :
3.       Telepon/HP                        :
4.       Tempat/tanggal lahir       :
5.       Suku bangsa                       :
6.       Jenis kelamin                      :
7.       Agama                                   :
8.       Tanggal pengkajian          :
9.       Sumber informasi             :

B.        Keluhan Utama
C.        Penyakit saat ini
D.        Riwayat Kesehatan

1.       Riwayat kelahiran
a.       Riwayat kehamilan ibu
b.      Riwayat persalinan
c.       Riwayat neonatus
2.       Penyakit, kecelakaan atau operasi yang pernah dialami
3.       Alergi
4.       Pengobatan terakhir
5.       Riwayat Imunisasi
6.       Pertumbuhan dan perkembangan
a.       Pertumbuhan
·         Berat badan
·         Panjang (tinggi) badan
·         Usia anak saat gigi pertama
·         Jumlah gigi saat ini
b.      Perkembangan
·         Mengangkat kepala
·         Duduk tanpa bantuan
·         Berjalan tanpa bantuan
·         Mengucapkan kata pertama yang memiliki makna
7.       Kebiasaan



E.         Pengkajian sistem

1.       Keadaan umum
2.       Kulit
3.       Kepala
4.       Mata
5.       Telinga
6.       Hidung
7.       Mulut
8.       Tenggorokan
9.       Leher
10.   Dada
11.   Pernafasan
12.   Kardiovaskuler
13.   Gastrointestinal
14.   Genitourinari
15.   Ginekologi
16.   Muskuloskeletal
17.   Neurologi
18.   Endokrin


F.         Riwayat kesehatan keluarga
G.       Riwayat psikososial
H.       Riwayat seksual
I.          Riwayat keluarga

1.       Komposisi keluarga
2.       Lingkungan rumah dan komunitas
3.       Pekerjaan dan pendidikan anggota keluarga
4.       Tradisi kultural dan agama
5.       Peran dan hubungan keluarga


J.          Pengkajian nutrisi
1.       Asupan nutrisi
2.       Pemeriksaan klinis

KETERANGAN :
A.        Identifikasi Informasi
Data pasien biasanya sudah ada dalam rekam medik. Jika belum lengkap, dapat dilakukan wawancara langsung. Salah satu elemen penting dalam tahap ini adalah INFORMAN, yaitu orang yang memberikan informasi saat pengkajian dilakukan. Catat dengan jelas, siapa informannya (anak, orang tua atau orang lain).

B.        Keluhan Utama
Merupakan alasan spesifik (utama) yang menyebabkan anak dibawa ke tempat pelayanan kesehatan.

C.        Penyakit saat ini
Merupakan penjelasan tentang keluhan utama dari awal mula terjadi sampai berkembang menjadi penyakit yang saat ini sedang terjadi.  Ada 4 komponen utama, yaitu :
1.       Detail awal terjadi
2.       Proses perkembangan penyakit
3.       Status saat ini
4.       Alasan mencari bantuan pada saat ini
Fokus pengkajian penyakit saat ini adalah semua faktor yang relevan pada masalah utama.

D.        Riwayat Kesehatan
Meliputi informasi yang berkaitan dengan semua aspek terdahulu dari status kesehatan anak.

1.         Riwayat kelahiran
Meliputi semua data terkait :
a.       Kesehatan ibu saat kehamilan
b.      Proses persalinan
c.       Kondisi bayi segera setelah dilahirkan
2.         Penyakit, kecelakaan atau operasi yang pernah dialami
Tanyakan tentang penyakit atau kecelakaan yang membutuhkan intervensi medis, operasi dan alasan lain yang mengakibatkan klien dihospitalisasi. Lengkapi juga dengan tanggal kejadiannya.
3.         Alergi
Perlu dikaji adalah kelainan alergi seperti asma, reaksi terhadap obat, makanan atau produk lateks dan hal-hal lain yang dapat mengakibatkan reaksi alergi.
4.         Pengobatan terakhir
Regimen pengobatan terakhir yang didapatkan anak, termasuk vitamin, antipiretik, antibiotika, antihistamin, dekongestan atau antitusif. Buat daftar semua pengobatan tersebut, termasuk nama, dosis, jadwal pemberian, durasi dan alasan administrasi.
5.         Riwayat Imunisasi
Catat semua  proses imunisasi yang telah dilakukan oleh anak, termasuk waktu pelaksanaannya dan reaksi yang muncul.
6.         Pertumbuhan dan perkembangan
Hal terkait pertumbuhan yang harus dikaji adalah berat badan, panjang (tinggi) badan, muncul gigi pertama, jumlah gigi saat ini dan masalah saat mengunyah. Hal terkait perkembangan : Usia anak saat mampu mengangkat kepala pertama kali, usia anak saat duduk pertama (tanpa bantuan), usia anak saat berdiri tanpa bantuan, usia anak saat mengucapkan kata pertama yang memiliki makna.
7.         Kebiasaan



E.         Pengkajian sistem

1.       Pertumbuhan umum : Berat badan, Tinggi badan, Lingkar kepala
2.       Kulit
3.       Kepala
4.       Mata
5.       Telinga
6.       Hidung
7.       Mulut
8.       Tenggorokan
9.       Leher
10.   Dada
11.   Pernafasan
12.   Kardiovaskuler
13.   Gastrointestinal
14.   Genitourinari
15.   Ginekologi
16.   Muskuloskeletal
17.   Neurologi
18.   Endokrin



F.         Riwayat kesehatan keluarga
Hal ini diperlukan terutama untuk tujuan menemukan kemungkinan penyakit keturunan (herediter) pada anak dan orang tua.
G.       Riwayat psikososial
Bagian personal dan sosial yang berpengaruh terhadap status personal anak, misalnya lingkungan sekolah, sifat yang tidak biasa, lingkungan rumah dan sekitar.
H.       Riwayat seksual
Merupakan komponen penting untuk pengkajian kesehatan remaja. Pengkajian digunakan untuk mendapatkan data tentang aktivitas seksual remaja, yang berguna bagi perawat untuk mengidentifikasi perlunya skrining adanya penyakit menular seksual atau tes kehamilan, serta kebutuhan konseling seksual.
I.          Riwayat keluarga

1.         Komposisi keluarga
Jelaskan nama, usia dan hubungan kekeluargaan dari setiap anggota keluarga. Jelaskan juga jika ada tambahan anggota keluarga dari luar keluarga inti yang tinggal bersama-sama keluarga inti. Perjelas status pernikahan, kondisi berpisah, kematian atau perceraian.
2.         Lingkungan rumah dan komunitas
3.         Pekerjaan dan pendidikan anggota keluarga
Jenis pekerjaan, jadwal kerja, kepuasan kerja, paparan terhadap limbah lingkungan atau industri, sumber penghasilan, efek penyakit terhadap status keuangan keluarga.
4.         Tradisi kultural dan agama
Praktik keagamaan yang dianut, keyakinan budaya dan etnis, bahasa yang dipakai di rumah.
5.         Peran dan hubungan keluarga
Interaksi antar anggota keluarga. Peran merujuk pada perilaku seseorang sesuai dengan status atau posisinya.


J.          Pengkajian nutrisi
1.         Asupan nutrisi
2.         Pemeriksaan klinis


Sumber: Dosen Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Keperawatan

Rabu, 13 Juni 2012

MARS PPNI

Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Wujud Ikatan Profesi Perawatan
Tempat Membina dan Mengembangkan Kemampuan Diri 
Dalam Membuktikan Keberadaannya

Melangkahlah dengan Keyakinan Lebih Pasti
Sejajar Dalam Abdikan Diri
Bagi Pendidikan Langkahkan Kakimu Itu
Menatap Hari Esok Penuh Asa

Wahai Perawat Indonesia Bangkitlah dan Majulah
Tuk' Menolong Skalian Yang Menderita
Sebagai Bukti Kiprahnya Mahkota Putih Suci
Mendukung Pembangunan Kesehatan Bangsa

Kami Berhimpun Dalam PPNI yang Kukuh
Pandu Bersatu Serta Selaras
Perawat Indonesia Mampu Angkat Citranya
di Mata dan Hati Insan Dunia

Minggu, 08 April 2012

BIOLOGI KIMIA


ASPEK KIMIA DALAM TUBUH

Referensi:

Murray RK, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW, 2003, Biokimia Harper, Edisi XXV, Penerjemah Hartono Andry, Jakarta: EGC  
Stryer L, 1996, Biokimia, Edisi IV, Penerjemah: Sadikin dkk (Tim Penerjemah Bagian Biokimia FKUI),  Jakarta: EGC
Senyawa kimia dalam jasad kehidupan
Biokimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai berbagai molekul di dalam sel hidup dan organisme hidup, termasuk juga reaksi kimia yang terjadi. Secara lebih formal, Murray dkk. (2003) mendefinisikan biokimia sebagai “ilmu pengetahuan yang mempelajari dasar kimia kehidupan”. Dalam hal ini bios berarti kehidupan menurut Bahasa Yunani.
Mengingat sel merupakan unit struktural kehidupan, maka biokimia memiliki definisi fungsional yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari unsur-unsur kimia pembentuk sel hidup dan dengan reaksi serta proses yang dijalaninya. Oleh karena itu cakupan biokimia sangat luas meliputi biologi sel, biologi molekuler serta genetika molekuler.
Unsur-unsur penyusun tubuh
Unsur-unsur utama penyusun tubuh adalah karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O) dan nitrogen (N). Selain itu masih terdapat beberapa unsur lain yaitu: kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), natrium (Na), klor (Cl), magnesium (Mg), besi (Fe), mangan (Mn) dan iodium (I). Rincian dari unsur-unsur tersebut tercantum pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Perkiraan Komposisi Dasar Tubuh Manusia (Berdasarkan Berat Kering)
No
Unsur
Persentase
No
Unsur
Persentase
1
2
3
4
5
6
7
Karbon
Oksigen
Hidrogen
Nitrogen
Kalsium
Fosfor
Kalium
50
20
10
  8,5
  4
  2,5
  1
8
9
10
11
12
13
14
Sulfur
Natrium
Klor
Magnesium
Besi
Mangan
Iodium
0,8
0,4
0,4
0,1
0,01
0,001
0,00005
Biomolekul-biomolekul kompleks utama penyusun tubuh
Unsur-unsur penyusun tubuh sebagaimana disebutkan di atas banyak yang membentuk molekul-molekul besar yang kompleks di dalam tubuh. Di antara biomolekul-biomolekul kompleks tersebut yang merupakan biomolekul kompleks utama adalah DNA, RNA, protein, polisakarida dan lipid. Biomolekul kompleks tersusun atas molekul-molekul sederhana, seperti terinci pada Tabel 1.2.
Tabel 1.2 Biomolekul-Biomolekul Utama di dalam Tubuh Manusia
No
Biomolekul
Molekul Pembangun
Fungsi Utama
1
2
3


4

5
DNA
RNA
Protein


Polisakarida berupa glikogen
Lipid
Deoksiribonukleotida
Ribonukleotida
Asam amino


Glukosa
Asam lemak
Materi genetic
Sintesis protein
Sangat banyak, umumnya menjadi bagian dari sel yang melangsungkan kerja (enzim, unsur kontraktilitas dll.)
Simpanan energi jangka pendek
Sangat banyak, misalnya simpanan energi jangka panjang, komponen membran sel dll.

Komponen utama penyusun tubuh
Anda telah memahami mengenai unsur-unsur serta molekul-molekul kompleks utama penyusun tubuh. Selanjutnya komponen-komponen utama penyusun tubuh terdiri atas air, protein, lemak, mineral serta karbohidrat. Rincian komponen tersebut tertera pada Tabel 1.3.
Tabel 1.3 Komposisi Kimiawi Normal (Pria dengan Berat Badan 65 kg)
No
Komponen
Berat (kg)
Persentase
1
2
3
4
5
Air
Protein
Lemak
Mineral
Karbohidrat
40
11
  9
  4
  1
61,6
17,0
13,8
  6,1
  1,5

Ikatan kimia
Molekul di dalam tubuh baik yang sederhana sampai dengan yang kompleks dapat terbentuk karena adanya ikatan kimia. Ikatan kimia digolongkan menjadi 2 yaitu ikatan kovalen dan ikatan non kovalen. Selanjutnya ikatan non kovalen terdiri atas ikatan ionik, ikatan hidrogen dan ikatan Van Der Waals.
1.      Ikatan kovalen
Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk oleh valensi dari masing-masing atom. Contoh dari ikatan kovalen adalah CO2. Dalam hal ini valensi C adalah 4 dan valensi O adalah 2

2.      Ikatan ionik
Ikatan ionik adalah ikatan antara dua gugus dengan muatan berlawanan. Contohnya adalah ikatan antara substrat dan enzim.
3.      Ikatan hidrogen
Ikatan hidrogen adalah pengikatan satu atom hidrogen oleh dua atom lain yang berbeda. Ikatan ini dapat dibentuk di antara molekul-molekul tidak bermuatan maupun molekul-molekul bermuatan. Atom yang mengikat hidrogen lebih kuat disebut donor hidrogen sedang lainnya dinamakan akseptor hidrogen.
4.      Ikatan Van Der Waals
Iakatan Van Der Waals adalah daya tarik non spesifik, yang berperan pada saat dua atom berjarak 3-4 Angstrom.

Air
Air merupakan produk akhir utama dari metabolisme oksidatif makanan. Dalam reaksi-reaksi metabolik, air berfungsi sebagai reaktan tetapi juga sebagai produk. Air juga menjadi pelarut biologis yang ideal. Air sangat mempengaruhi semua interaksi molekuler dalam sistem biologi. Air mempunyai 2 sifat penting secara biologis yaitu sifat polar dan sifat kohesif.
1.      Air merupakan molekul polar
Secara tiga dimensi, air merupakan molekul tetrahedron tak beraturan dengan oksigen pada bagian pusatnya. Dua buah ikatan dengan hidrogen diarahkan ke dua sudut tetrahedron, sementara elektron-elektron yang tidak dipakai bersama pada kedua orbital terhibridasi sp3 menempati 2 sudut sisanya. Molekul air membentuk molekul bipolar (dua kutub). Sisi oksigen yang berlawanan dengan dua atom hidrogen cenderung bermuatan negatif karena mengandung lebih banyak elektron. Sedangkan disisi hidrogen cenderung bermuatan negatif.
2.      Air bersifat sangat kohesif
Molekul-molekul air yang berdekatan memiliki afinitas yang tinggi satu sama lainnya. Daerah bermuatan positif dan satu molekul air cenderung akan mengarahkan diri kepada daerah bermuatan negatif pada salah satu molekul didekatnya. Air beku mempunyai struktur kristal yang sangat teratur di mana seluruh ikatan hidrogen potensial memang terbentuk. Air cair mempunyai struktur yang setengah teratur dengan kelompok-kelompok molekul berikatan hidrogen yang secara terus menerus terbentuk dan terpecah.
Air merupakan pelarut yang sangat baik bagi molekul-molekul polar. Air sangat memperlemah iakatan ionik dan ikatan hidrogen antara molekul-molekul polar dengan cara bersaing daya tarik. Perhatikan contoh pada Gambar 1.3. Atom-atom hidrogen air mengantikan atom hidrogen amida (-NH) sebagai donor ikatan hidrogen, dan atom oksigen air menggantikan atom oksigen karbonil (-CO) sebagai akseptor. Maka ikatan hidrogen yang kuat antara –NH dan –CO terjadi jika tidak ada air.

Sintesis dan degradasi
Di dalam kehidupan, selalu terjadi peristiwa sintesis dan degradasi komponen-komponen yang menyusunnya.
Sintesis
Sintesis adalah proses pembentukan suatu molekul yang lebih besar, dari molekul-molekul yang lebih kecil. Sebagai contoh, protein adalah molekul yang sangat besar. Protein ini disintesis dari asam-asam amino dengan mekanisme yang sangat rumit.
Contoh lainnya adalah DNA suatu rantai deoksiribonukleotida yang sangat panjang. Setiap mata rantai merupakan satu unit deoksiribonukleotida. Deoksiribonukleotida tersebut terbentuk oleh deoksiribonukleosida dan fosfat, demikian seterusnya sampai dengan komponen yang lebih kecil.

Degradasi
Degradasi adalah pembongkaran molekul-molekul yang lebih besar menjadi molekul-molekul yang lebih kecil. Contohnya adalah degradasi asam amino. Asam-asam amino yang melebihi kebutuhan sintesis protein tidak dapat disimpan dan tidak dapat diekskresikan. Kelebihan asam amino ini cenderung digunakan bahan bakar. Gugus amino dibebaskan selanjutnya sebagian besar menjadi urea, sedangkan rangka karbon diubah menjadi zat antara metabolisme misalnya asetil KoA, asetoasetil KoA, piruvat dll.